Monday, December 22, 2008

Bila yang dirancang, tidak menjadi (sepenuhnya)..

Ini lah besarnya kuasa Allah yang Maha Esa. Rancangan teliti dah dibuat (teliti?, heh he), persediaan awal dah dibuat, tapi bila sampai masanya, adalah beberapa "leader" yang rasa mereka juga lebih tahu yang lain, yang juga ingin jadi "leader" untuk sesuatu yang mereka belum tahu.

Tak pe lah, bagi lah mereka sedikit kredit, untuk mereka terus bernafas. Walaupun pada awalnya mereka langsung tidak mahu ikut, tapi last minute pulak nak ikut. Dah tu, nak terus jadi "leader" (leader ke macam tu? ha ha ha ha....).

Allah lebih mengetahui. Malam tadi, sewaktu terjaga dari tidur, terbayang betapa besar Rahmat Allah untuk semua ini. Mereka menunjukkan diri mereka yang sebenar, yang selama ini mereka cuba tutup. Manusia merancang, Tuhan juga merancang, dan perancangan Tuhan itu jauh lebih besar. Dan untuk dua hari yang lepas, mereka menunjukkan siapa mereka. Akhirnya, mereka bakal terlepas, apa yang bukan untuk mereka.

Janji Allah itu benar dan Allah beri pada mereka yang Allah pilih. Manusia hanyalah perantara sahaja. Bukan tugas manusia untuk mengubah manusia, tapi tugas manusia untuk memberi tahu apa dia tahu dan mencari tahu apa yang dia tak tahu.

Bulan depan satu lagi program dirancang. Semoga kali ini, perancangan "teliti" ini, dapat dilaksanakan sepenuhnya. Mungkin juga kali ini, perlu terus saja pada subjek, seperti perkongsian dengan anak-anak, yang tidak boleh cakap 2 itu adalah apakah jawapan bila 1 dicampur satu, tapi dua itu adalah dua.

Namun seperti juga yang sebelumnya, perancangan ini dibuat oleh manusia, dan yang akan menentukan akhirnya nanti, tetap Yang Maha Esa. Manusia akan dapat apa yang "diluluskan" untuk mereka. Tanpa kelulusan, pasti nya mereka tak akan dapat.

Sekarang ni, fokus saja pada apa seterusnya, bukan apa yang telah berlalu. Cakaplah apa pun, yang lepas tu, dah tak boleh diubah lagi. Cakaplah apa pun, yang lepas tu, dah tak mampu nak kembali semula. Mereka dapat apa yang mereka minta, dan yang penting, apa pula yang diminta seterusnya?

January lebih mencabar. February juga begitu, March dan seterusnya juga begitu. Manusia boleh saja bercakap apa sahaja, tapi bila diletakkan semuanya sekali, mampukah mereka terus menyorok? :-) heh he... Allah lebih tahu dan DIA menunjukkan apa yang DIA mahu tunjukkan. Bersyukurlah dengan apa yang ada dan bergeraklah kehadapan, bukan kebelakang!!

Wednesday, December 17, 2008

The Journey.... continue.....


When I continue my journey, I asked many questions, and I love to ask questions :-).
People grow faster with questions, travel longer with questions, be wiser with questions, and sometimes, can make others "sick" with questions, ha ha ha.... Not my problem anyway.

Lets have a look on few of it, some same like before....

Who am I?
Why am I here?
Where I'm going to?
Do I have reason to live?
What I want in my life?
Why I really want it?
What happen if I can't get it?
When I want it?
Who are important people in my life?
Do I important to other people?
Do I worth living?
What had I contribute to others?
What others can count on me?
Do I being responsible for my own life?
Do I being responsible for my own future?
Do I be my own captain of my own journey?
Who control my life?
Who control my future?

And, whose journey is this actually?


It will never stop. I know, it will continue, it will never stop.

Thursday, December 11, 2008

Time too short, to waste, and I have thing to do, anybody??

There was time, when I told them, that life is too short, the journey too long, my journey is far from reaching it's destiny, and my destination is very clear - one world, one race, one voice. And not many really understand it, but that's not my problem and that will not stoping me from keep on working towards it, because I belief, I create my own world and I'll being responsible for it.

Next weekend there will be another LRS, and this time it should be different in presentation, same context, to share to other people, my stand and my work. It's not just money and business, it is life of other people that I'm dealing with.

In doing and continuing my work, there are people who understabd, there are people who don't. There are people who support, there are people who condemn, there are people who love, there are people who hate. For all those reaction and respond from the people out there, I love them, anyway. Because, I have no enemy, but I have all of them deep with me, in my heart. I might not have time to show them how much I love them, but I have time to work for the benefit of all humankind, in my own way.

In continuing my journey, I might make mistakes, chose the wrong steps and wrong junctions, but that how I operate my life, hard way and through my experience. I rather spen more time making mistakes, than, spending much time on palnning and thinking, but end up do nothing.

After all, it just need one person to make his stand, and to take actions, and to persist, and to get what he really want. I know I'll be there, insyaAllah, very soon. I just need some more time, work harder, and few people who understand it to be with me, not just to support me, but to work it out their way, chose their junction, follow their steps, and makde it happen, at any cost, at any price. As at now, I'm still work very hard to get my team, and I understand, not everybody will understand it. It require a lot, really a lot, not just money and time, but very much more than it. I just need to be there, and to persist, make decision, take action, stick with it.

This is a beautiful world, just that, the dust so thick, and I am making it thinner!!

It is about making this world as a better place to live, not just existing.


HEAL THE WORLD (Micheal Jackson)

There's a place in your heart, and I know that it is love
And this place could be much brighter than tomorrow
And if you really try, you'll find there's no need to cry
In this place you'll feel, there's no hurt or sorrow

There are ways to get there
If you care enough for the living
Make a little space, make a better place

* Heal the world make it a better place
For you and for me and the entire human race

** There are people dying if you care enough for the living
Make a better place for you and for me

If you want to know why, there's a love that cannot lie
Love is strong, it only cares for joyful giving if we try
We shall see in this bliss, we cannot feel fear or dread
We stop existing and start living

Then it feels that always love's enough for us growing
So make a better world, make a better world

[Repeat * , **]
And the dream we were conceived In will reveal a joyful face
And the world we once believed in will shine again in grace
Then why do we keep strangling life wound this earth crucify
Its soul though it's plain to see this world is heavenly be God's glow

We could fly so high let our spirits never die in my heart
I feel you are all my brothers create a world with no fear
Together we'll cry happy tears see the nations turn
Their swords into plowshares

We could really get there if you cared enough for the living
Make a little space, to make a better place

[Repeat * , ** , * , **]
[Repeat * , ** , ** , **]

You and for me (x11)

Wednesday, December 10, 2008

Life "simple" questions....

In life, there are amny questions I like to ask myself, and to find out the answer, and to take action on it....

Do I have reason(s) to live?
What I want in my life?
How would I spend resources that I have?
Do I really serious with mylife?
When I want it all to happen?
What I want to see in 3 months time?
What stopping me from getting what I want?
How committed am I to get what I want?
Do I worth living?
Do I have my own life blue print?
How much I trust people around me?
Who should I turn to should I need any support?
where should I start my journey?
How am I going to continue my journey?
Where is my destination?
What is there for me?
Why am I going there?

and the questions go on........ none stop, and it's keep coming :-)
I know I'll be there, insyaAllah, very soon.

Tuesday, December 09, 2008

Sebab, alasan, korban, pelaburan, dan seterusnya...

Hari Raya Qurban baru berlangsung semalam, 10 Zulhijjah 1429 Hijrah, 8 December 2008. Setiap kali raya Qurban, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail akan diperkisahkan semula. Pengorbanan suci ini, kita dah tahu, kita dah lama tahu, cuma kita jarang amil kisah untuk menyambung pengorbanan ini dan untuk memahami pengorbanan ini.


Bukan nak mengkisahkan lagi pengorbanan ini, tapi nak tengok apa pula pengorbanan yang kita buat, sebagai bekalan untuk hidup seterusnya. Bahasa orang sekarang bukan pengorbanan, tapi pelaburan. Tak kisah la apa pun bahasanya, asalkan maksudnya kita faham.


Ramai yang sanggup melabur duit, harta, masa, untuk kesenangan sementara didunia ini. Tak salah, melaburlah, dan jadilah orang kaya. Hanay orang kaya dan orang berada saja boleh bayar zakat, boleh pergi Haji, boleh buat sedekah yang banyak. Sahabat-sahabat Nabi dulupun ramai yang kaya raya. Nabi Sulaiman lebih lagi kayanya.. Jadi, kayalah, bnerhartalah, tak salah. Kalau tahu caranya, boleh "beli syurga" dengan kekayaan. Kalau tak tahu cara, tu yang "tempah neraka" dengan kekayaan.


Untuk seketika ni, cuba tengok pelaburan yang satu lagi. Sekadar nak mengingatkan diri sendiri yang sering terlupa. Berapa benyak dah dilaburkan untuk mencari "jalan kebenaran".
Berapa banyak masa yang dilaburkan untuk sujud pada Allah?
Berapa banyak masa tidur dilaburkan untuk bangun sembahyang malam?
Berapa banyak perkataan dilaburkan untuk menceritakan kebenaran?
Berapa banyak suara dilaburkan untuk mengajak kepada kebaikan?
Berapa langkah kaki dilaburkan untuk kemasjid menunaikanm solat jemaah?
Berapa kali tangan dilaburkan untuk berbuat kebajikan?
Berapa kali otak dilaburkan untuk memikirkan kebaikan?
Dan ada pelbagai kurniaan Allah pada diri sendiri, yang masih ada dan kuat. Berapa banyak yang telah dilaburkan semata-mata untuk mencari redha Allah?


Rasanya, Allah memberi terlalu banyak, tetapi terlalus edikit yang digunakan semula, dilaburkan semula semata-mata untuk mencari Redha ALlah. Ilmu yang Allah turunkan setiap masa, ilmu yang Allah pinjamkan yang tak terkira banyaknya, berapa banyak yang dilaburkan semula untuk jalan keredhaan Allah?


Soalan-soalan ini, terlalu banyak. Rasanya, terlalu sedikit yang diberikan dan dilaburkan semula untuk Allah, untuk jalan Allah, untuk keredhaan Allah. Kadang-kadang, hingga terlupa, apa tujuan Allah turunkan manusia kebumi ini?

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku (adz-Dzariyat:56)
Ada banyak tugas manusia didunia ini, dan paling penting mengabdikan diri pada Allah. Tak de doalk dalik lagi. Kita ada sebab yang kuta, juga ada alasan yang kuat. Boleh berdebat untuk ini, dan boleh saja jalankan saja tugs kita.
Orang lain adalah cermin diri kita, kata Rasullullah S.A.W. Kita nampak pada yang lain, apa yang ada pada diri kita, itu kata orang sekarang. Sama saja. Kalau yang kita nampak kebaikan, bersyukurlah, kerana kebaikan itu ada dalam diri kita. Kalau yang kita nampak cuma keburukan, perbaikilah diri kita, kerana masih banyak keburukan yang kita bawa. Tak perlu cari salah orang lain, tak perlu perhalusi silap orang lain, tak perlu bimbang dengan cilok orang lain, tak perlu gundah dengan kurangan orang lain. Yang penting, apa yang kita bawa dalam diri kita.
Sampai bila nak ingat kisah lampau, jika yang kita ingat hanyalah keburukan orang lain dan kelemahan diri sendiri? Apa guna kenangkan kehebatan masa lalu kalau ia cuma untuk keegoan dan kebanggaan diri sendiri? Apa sangatlah hebatnya manusia ini?
Masa terus berlalu, tiada yang akal kekal didunia ini. Kita ada pilihan untuk terus beralasan dan tidak berbuat apa-apa. Dan kita juga punya pilihan untuk mencari sebab, untuk membina kehebatan didunia ini. Allah tidak menghalang hambanya membina kehebatan selagi kita tahu dimana kita dan untuk apa kehebatan itu. Allah tidak menghalang kita membina kekayaan dan kejayaan, selagi kita tahu untuk apa semua itu, dan selagi semua itu tidak menyimpang dari landasan yang sebenarnya.
Setiap detik kita dipersimpangan, dan kita perlu pilih jalan kita dan simpang kita seterusnya. Kita tak perlu pilih jalan dan sipang yang sama, walaupun kita fikir kita punya destinasi yang sama. Bumi ini terlalu luas jika kita ingin mengembara. Pilihlah jalan mana pun, simpang mana pun, yang penting, jelaskan dulu mana destinasi yang kita nak cari. Jangan takut tersesat, hanya orang yang berani sesat sahaja akan melihat segala keindahan yang Tuhan sediakan dibumi ini. Tapi, kena sentiasa jelas, sesat jalan bukan sesat destinasi. Jangan takut buat silap, sebab orang yang hidupnya penuh dengan kesilapan, lebih mulia dari orang yang hidupnya tidak berbuat apa-apa.
Hidup ini penh dengan pilihan. Dan sekarang kita punya pilihan, untuk sekadar melihat dan mendengar, atau untuk menjadi sebahagian yang dilihat dan didengari. Pilihlah...

Saturday, December 06, 2008

Biarkan mereka marah dan merajuk......





Siapa lah tak marah, sakit hati, merajuk, kalau masa tengah sakit, tengah susah hati, tengah sedih, tiba-tiba ayat yang keluar dari orang lain, bukan ayat simpati, tapi ayat yang makin "menyakitkan hati". Hmmm... ingatkan nak dapattelinga yang boleh mendengar, bahu untuk bersandar, tangan untuk membelai, tapi lain yang diharap, lain pulak yang dapat.


Bayangkan, kalau tengah sakit, tengah susah, tiba-tiba ayat-ayat macam ni yang keluar :


- Kalau you sakit, orang lain pun sakit jugak.

- Kalau you susah, orang lain pun susah jugak.

- Kalau you kena tinggal, orang lain pun kena tinggal jugak.

- You nak orang dengar you? You dengar ke orang lain cakap?

- You nak orang faham you? You faham ke orang lain?

- You nak orang tanya you? You tanya ke orang lain?

- Benda yang jadi kat you tu, cuba you tengok dari sudut lain,

apa input you pada semua tu, apa yang you dah buat, hingga benda tu jadi macam tu.

- Orang serang you macam tu, cuba you tengok, apa yang you dah buat hingga jadi macam tu.


Dan ada beribu ayat-ayat tak simpati lagi yang akan keluar. Kalau benda tu kena kat batang hidung sendiri, apa nak cakap?


HA HA HA HA !!!!! Ni la ayat-ayat kegemaran aku. Tak kisah siapa yang cakap, tak kisah siapa yang bagi tau, tapi, itu lah antara ayat-ayat tak simpati aku pada mereka semua ni. Dan sebab itu jugak la, ramai yang hilang dari hidup aku. Aku sedih? Ya, sedih untuk mereka, bukan untuk aku. Aku terasa kehilangan? Yea, aku juga manusia, tapi kalau itu yang lebih baik, apa salahnya.


Orang kata aku ego, sombong, berpegang pada prinsip yang tak mendantangkan faedah. Tapi, mereka lupa nak bertanya, kenapa semua ini terjadi :-).


Setiap detik, setiap ketika, kita akan berhadapan dengan situasi yang kita punya cukup alasan, dan alasan yang cukup kuat untuk menjadi mangsa (victim). Aku ditinggalkan, aku ditipu, aku disakiti, aku sakit, aku dah nak mati, aku ini dan aku itu. Tak pe lah kalau nak berkongsi cerita, tapi sampai bila nak jadi mangsa? Manusia boleh jadi mangsa orang lain, mangsa keadaan dan mangsa diri sendiri. Oleh itu, manusia juga boleh salahkan orang lain, salahkan keadaan dan diri sendiri.


Soalnya, sampai bila? Dan apakah aku nak jadi sebahagian yang memungkinkan dan memudahkan mereka terus menjadi mangsa? Hmmm.. itu bukan apa yang aku cari dalam hidup. Aku mencari sesuatu yang lebih besar, bukan soal mangsa, atau soal orang tak bagi telinga dan bahu. Aku tak mahu canag pada dunia aopa yang aku buat. Terlalu kecil nak dibandingkan dengan pejuang-pejuang dan pemimpin-pemimpin tulin dulu dan yang masih ada diluar sana. Aku buat cara aku, menyumbang cara aku, walaupun terlau sedikit dan terlalu kecil.


Bila aku bertanya, aku cuma mahu mereka mula berfikir, ini hidup siapa? Dan hidup ini jika hidup aku, maka hidup aku ini tanggungjawap siapa? Aku cuma mahu mereka bertanggungjawap untuk hidup mereka sendiri. Aku masih punya telinga untuk mendengar, bahu yang masih kuat untuk mereka meletakkan kepala mereka, hati yang masih besar untuk mengisi mereka dan kisah mereka didalamnya, jiwa yang masih ada untuk ketawa, senyum dan menangis bersama mereka. Tapi, perlukah aku menerima segalanya tanpa memberi sedikitpun untuk masa depan mereka?


Yea, cara aku tak sama, sebab cara mereka juga tidak sama. Mereka ingin aku menerima cara mereka, dan mereka tak boleh terima cara aku? Tak mengapa, sebab yang penting bukan mereka terima atau tidak, tapi selepas ini, mampukanh mereka bertanggungjawap untuk hidup mereka sendiri.


Hidup ini terlalu singkat, jalan didepan masioh terlalu panjang, apakah masa singkat ini perlu disia-siakan dengan sekladar menjadi mangsa? Ahhh... jika itu pilihan mereka, ta mengapa, sebab itu hidup mereka. Aku hidup untuk hidup aku, mereka juga hidup untuk hidup mereka. Kita ni kan manusia yang sama tapi tak sama.


Biarkanlah mereka, satu hari nanti, mereka pasti faham. Mungkin diketika itu, aku tiada lagi bersama mereka. Mungkin diketika itu, aku berada disimpang yang lain. Dan aku pasti, hujungnya juga tidak sama, sebab mereka pilih jalan yang lain, pilih simpang yang lain. Jalan aku mungkin berbeza.


Mereka selesa dengan jalan yang perlu bayar toll, sebab lebuhraya itu cantik. Aku pilih jalan biasa, tanpa toll, kurang selesa, banyak lampu isyarat, banyak juga jalan sempit dan lorong kecil. Akhirnya, mereka sampai dihujung, bayar toll dan mereka sampai dulu kedestinasi mereka, yang pastinya lebih indah. Lebuhraya membawa mereka ke mall dan gedung besar yang indah, dan harganya juga mahal. Aku sampai dihujun, tanpa toll, dan gedungnya kecil, tapi murah. Jadi, mana mungkin kita akan bertemu dihujung?


Ramai yang berkata, kita pasti bertemu dihujung. Tapi, aku kuat menyatakan, kita tak mungkin bertemu, selagi simpang yang kita pilih tak sama, selagi jalan yang kita pilih tak sama. Kalau aku ke Barat dan mereka ke Timur, bagai mana mahu berjumpa di Utara? :-).


Untuk sekali ini, dan untuk yang akan datang, jika ada pesan untuk mereka semua, pastinya pesan aku tetap sama, bertanggungjawaplah untuk diri sendiri. Masa depan kita, pastikan ditangan kita. Hidup kita, ikutlah "blue print" sendiri. Pokoknya, sudah siapkah perancangan itu?

Thursday, December 04, 2008

Kalau Dahi Tak Mencecah Sejadah Di dunia...

Kalau Dahi tak Mencecah Sejadah Didunia
Sudah Bersediakah Anda Ketika Dipanggil Pulang Oleh Allah SWT?!!!
Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan!
Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan!
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan!
Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan!
Dengan kain kafan yang serba putih!
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih....
Walaupun orang yang hadir itu merintih.... .
Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai....
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa....
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah
Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus....
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud....
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian....
Justeru ku menyeru sekelian Muslimin dan Muslimat....
Usunglah dirimu ke tikar Solat....
Sebelum kamu diusung ke liang lahad....
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat!
Iringilah dirimu ke masjid.....
Sebelum kamu diiringi ke Pusara!
Tangisilah dosa-dosamu di dunia....
Kerana tangisan tidak berguna lagi di alam baqa'!
Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan!
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan.. ..
Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan!
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan!
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal....
Bukan yang pergi!
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan!
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan!
Ingatlah di mana saja kamu berada....
Kamu tetap memijak bumi Tuhan!
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan!
Serta menikmati rezeki Tuhan!
Justeru bila Dia menyeru,....
Sambutlah seruan-Nya
Sebelum Dia....
memanggilmu buat kali yang terakhirnya!
Ingatlah kamu dahulu hanya....
setitis air yang tidak bererti!
Lalu menjadi segumpal darah!
Lalu menjadi seketul daging!
Lalu daging itu membaluti tulang!
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti....
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu....
Yang kalau jatuh ke tanah
Ayam tak patuk itik tak sudu!
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu....
Yang lebih agung dari malaikat!
Lahirmu bukan untuk dunia....
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'....
Dengan penuh rela dan bersedia!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'.....
Jalan kemenangan akhirat dan dunia!
Ingatlah yang kekal ialah amal....
Menjadi bekal sepanjang jalan!
Menjadi teman di perjalanan.. ..
Guna kembali ke pangkuan Tuhan!
Pada hari itu tiada berguna....
Harta, tahta dan putera....
Isteri, kad kredit dan kereta....
Kondominium, saham dan niaga....
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia!!!"
Saling berpesan-pesan untuk kearah kebaikkan"

Dicatat oleh AMBUYAT EL-BINANGKIT
dicopy & paste dari blog Ambuyat

Tuesday, December 02, 2008

Menanti di Barzakh - Far East - A good one

Menanti Di Barzakh
Album : Halawatul Iman
Munsyid : Far East
http://liriknasyid.com


Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,


Perjalanan Rohku,
Melengkapi Sebuah Kembara,
Singgah Di Rahim Bonda,
Sebelum Menjejak Ke Dunia,
Menanti Di Barzakh,
Sebelum Berangkat Ke Mahsyar,
Diperhitung Amalan,
Penentu Syurga Atau Sebaliknya,


Tanah Yang Basah Berwarna Merah,
Semerah Mawar Dan Jugak Rindu,
7 Langkah Pun Baru Berlalu,
Susai Talkin Penanda Syahdu,
Tenang Dan Damai Di Pusaraku,
Nisan Batu Menjadi Tugu,
Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku,


Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian,
Seakan Ku Dengari,
Tangis Mereka Yang Ku Tinggalkan,
Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan x2
Tetapi Ia Sebenar Kejadian x2


Kembali Oh Kembli,
Kembalilah Kedalam Diri,
Sendirian Sendiri,
Sendiri Bertemankan Sepi,
Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku,
Terbujur Dan Kaku,
Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu,


Ajal Yang Datang Dibuka Pintu ,
Tiada Siapa Yang Memberi Tahu,
Tiada Siapa Pun Dapat Hindari,
Tiada Siapa Yang Terkecuali,
Lemah Jemari Nafas Terhenti,
Tidak Tergambar Sakitnya Mati,
Cukup sekali Jasadku Untuk Mengulangi,


Jantung Berdenyut Kencang,
Menantikan Malaikat Datang,
Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Dipandangan,
Selama Ini Diceritakan x2
Kini Aku Merasakan x2
Dialam Barzakh Jasad Dikebumikan x2


Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,