Monday, December 22, 2008

Bila yang dirancang, tidak menjadi (sepenuhnya)..

Ini lah besarnya kuasa Allah yang Maha Esa. Rancangan teliti dah dibuat (teliti?, heh he), persediaan awal dah dibuat, tapi bila sampai masanya, adalah beberapa "leader" yang rasa mereka juga lebih tahu yang lain, yang juga ingin jadi "leader" untuk sesuatu yang mereka belum tahu.

Tak pe lah, bagi lah mereka sedikit kredit, untuk mereka terus bernafas. Walaupun pada awalnya mereka langsung tidak mahu ikut, tapi last minute pulak nak ikut. Dah tu, nak terus jadi "leader" (leader ke macam tu? ha ha ha ha....).

Allah lebih mengetahui. Malam tadi, sewaktu terjaga dari tidur, terbayang betapa besar Rahmat Allah untuk semua ini. Mereka menunjukkan diri mereka yang sebenar, yang selama ini mereka cuba tutup. Manusia merancang, Tuhan juga merancang, dan perancangan Tuhan itu jauh lebih besar. Dan untuk dua hari yang lepas, mereka menunjukkan siapa mereka. Akhirnya, mereka bakal terlepas, apa yang bukan untuk mereka.

Janji Allah itu benar dan Allah beri pada mereka yang Allah pilih. Manusia hanyalah perantara sahaja. Bukan tugas manusia untuk mengubah manusia, tapi tugas manusia untuk memberi tahu apa dia tahu dan mencari tahu apa yang dia tak tahu.

Bulan depan satu lagi program dirancang. Semoga kali ini, perancangan "teliti" ini, dapat dilaksanakan sepenuhnya. Mungkin juga kali ini, perlu terus saja pada subjek, seperti perkongsian dengan anak-anak, yang tidak boleh cakap 2 itu adalah apakah jawapan bila 1 dicampur satu, tapi dua itu adalah dua.

Namun seperti juga yang sebelumnya, perancangan ini dibuat oleh manusia, dan yang akan menentukan akhirnya nanti, tetap Yang Maha Esa. Manusia akan dapat apa yang "diluluskan" untuk mereka. Tanpa kelulusan, pasti nya mereka tak akan dapat.

Sekarang ni, fokus saja pada apa seterusnya, bukan apa yang telah berlalu. Cakaplah apa pun, yang lepas tu, dah tak boleh diubah lagi. Cakaplah apa pun, yang lepas tu, dah tak mampu nak kembali semula. Mereka dapat apa yang mereka minta, dan yang penting, apa pula yang diminta seterusnya?

January lebih mencabar. February juga begitu, March dan seterusnya juga begitu. Manusia boleh saja bercakap apa sahaja, tapi bila diletakkan semuanya sekali, mampukah mereka terus menyorok? :-) heh he... Allah lebih tahu dan DIA menunjukkan apa yang DIA mahu tunjukkan. Bersyukurlah dengan apa yang ada dan bergeraklah kehadapan, bukan kebelakang!!

Wednesday, December 17, 2008

The Journey.... continue.....


When I continue my journey, I asked many questions, and I love to ask questions :-).
People grow faster with questions, travel longer with questions, be wiser with questions, and sometimes, can make others "sick" with questions, ha ha ha.... Not my problem anyway.

Lets have a look on few of it, some same like before....

Who am I?
Why am I here?
Where I'm going to?
Do I have reason to live?
What I want in my life?
Why I really want it?
What happen if I can't get it?
When I want it?
Who are important people in my life?
Do I important to other people?
Do I worth living?
What had I contribute to others?
What others can count on me?
Do I being responsible for my own life?
Do I being responsible for my own future?
Do I be my own captain of my own journey?
Who control my life?
Who control my future?

And, whose journey is this actually?


It will never stop. I know, it will continue, it will never stop.

Thursday, December 11, 2008

Time too short, to waste, and I have thing to do, anybody??

There was time, when I told them, that life is too short, the journey too long, my journey is far from reaching it's destiny, and my destination is very clear - one world, one race, one voice. And not many really understand it, but that's not my problem and that will not stoping me from keep on working towards it, because I belief, I create my own world and I'll being responsible for it.

Next weekend there will be another LRS, and this time it should be different in presentation, same context, to share to other people, my stand and my work. It's not just money and business, it is life of other people that I'm dealing with.

In doing and continuing my work, there are people who understabd, there are people who don't. There are people who support, there are people who condemn, there are people who love, there are people who hate. For all those reaction and respond from the people out there, I love them, anyway. Because, I have no enemy, but I have all of them deep with me, in my heart. I might not have time to show them how much I love them, but I have time to work for the benefit of all humankind, in my own way.

In continuing my journey, I might make mistakes, chose the wrong steps and wrong junctions, but that how I operate my life, hard way and through my experience. I rather spen more time making mistakes, than, spending much time on palnning and thinking, but end up do nothing.

After all, it just need one person to make his stand, and to take actions, and to persist, and to get what he really want. I know I'll be there, insyaAllah, very soon. I just need some more time, work harder, and few people who understand it to be with me, not just to support me, but to work it out their way, chose their junction, follow their steps, and makde it happen, at any cost, at any price. As at now, I'm still work very hard to get my team, and I understand, not everybody will understand it. It require a lot, really a lot, not just money and time, but very much more than it. I just need to be there, and to persist, make decision, take action, stick with it.

This is a beautiful world, just that, the dust so thick, and I am making it thinner!!

It is about making this world as a better place to live, not just existing.


HEAL THE WORLD (Micheal Jackson)

There's a place in your heart, and I know that it is love
And this place could be much brighter than tomorrow
And if you really try, you'll find there's no need to cry
In this place you'll feel, there's no hurt or sorrow

There are ways to get there
If you care enough for the living
Make a little space, make a better place

* Heal the world make it a better place
For you and for me and the entire human race

** There are people dying if you care enough for the living
Make a better place for you and for me

If you want to know why, there's a love that cannot lie
Love is strong, it only cares for joyful giving if we try
We shall see in this bliss, we cannot feel fear or dread
We stop existing and start living

Then it feels that always love's enough for us growing
So make a better world, make a better world

[Repeat * , **]
And the dream we were conceived In will reveal a joyful face
And the world we once believed in will shine again in grace
Then why do we keep strangling life wound this earth crucify
Its soul though it's plain to see this world is heavenly be God's glow

We could fly so high let our spirits never die in my heart
I feel you are all my brothers create a world with no fear
Together we'll cry happy tears see the nations turn
Their swords into plowshares

We could really get there if you cared enough for the living
Make a little space, to make a better place

[Repeat * , ** , * , **]
[Repeat * , ** , ** , **]

You and for me (x11)

Wednesday, December 10, 2008

Life "simple" questions....

In life, there are amny questions I like to ask myself, and to find out the answer, and to take action on it....

Do I have reason(s) to live?
What I want in my life?
How would I spend resources that I have?
Do I really serious with mylife?
When I want it all to happen?
What I want to see in 3 months time?
What stopping me from getting what I want?
How committed am I to get what I want?
Do I worth living?
Do I have my own life blue print?
How much I trust people around me?
Who should I turn to should I need any support?
where should I start my journey?
How am I going to continue my journey?
Where is my destination?
What is there for me?
Why am I going there?

and the questions go on........ none stop, and it's keep coming :-)
I know I'll be there, insyaAllah, very soon.

Tuesday, December 09, 2008

Sebab, alasan, korban, pelaburan, dan seterusnya...

Hari Raya Qurban baru berlangsung semalam, 10 Zulhijjah 1429 Hijrah, 8 December 2008. Setiap kali raya Qurban, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail akan diperkisahkan semula. Pengorbanan suci ini, kita dah tahu, kita dah lama tahu, cuma kita jarang amil kisah untuk menyambung pengorbanan ini dan untuk memahami pengorbanan ini.


Bukan nak mengkisahkan lagi pengorbanan ini, tapi nak tengok apa pula pengorbanan yang kita buat, sebagai bekalan untuk hidup seterusnya. Bahasa orang sekarang bukan pengorbanan, tapi pelaburan. Tak kisah la apa pun bahasanya, asalkan maksudnya kita faham.


Ramai yang sanggup melabur duit, harta, masa, untuk kesenangan sementara didunia ini. Tak salah, melaburlah, dan jadilah orang kaya. Hanay orang kaya dan orang berada saja boleh bayar zakat, boleh pergi Haji, boleh buat sedekah yang banyak. Sahabat-sahabat Nabi dulupun ramai yang kaya raya. Nabi Sulaiman lebih lagi kayanya.. Jadi, kayalah, bnerhartalah, tak salah. Kalau tahu caranya, boleh "beli syurga" dengan kekayaan. Kalau tak tahu cara, tu yang "tempah neraka" dengan kekayaan.


Untuk seketika ni, cuba tengok pelaburan yang satu lagi. Sekadar nak mengingatkan diri sendiri yang sering terlupa. Berapa benyak dah dilaburkan untuk mencari "jalan kebenaran".
Berapa banyak masa yang dilaburkan untuk sujud pada Allah?
Berapa banyak masa tidur dilaburkan untuk bangun sembahyang malam?
Berapa banyak perkataan dilaburkan untuk menceritakan kebenaran?
Berapa banyak suara dilaburkan untuk mengajak kepada kebaikan?
Berapa langkah kaki dilaburkan untuk kemasjid menunaikanm solat jemaah?
Berapa kali tangan dilaburkan untuk berbuat kebajikan?
Berapa kali otak dilaburkan untuk memikirkan kebaikan?
Dan ada pelbagai kurniaan Allah pada diri sendiri, yang masih ada dan kuat. Berapa banyak yang telah dilaburkan semata-mata untuk mencari redha Allah?


Rasanya, Allah memberi terlalu banyak, tetapi terlalus edikit yang digunakan semula, dilaburkan semula semata-mata untuk mencari Redha ALlah. Ilmu yang Allah turunkan setiap masa, ilmu yang Allah pinjamkan yang tak terkira banyaknya, berapa banyak yang dilaburkan semula untuk jalan keredhaan Allah?


Soalan-soalan ini, terlalu banyak. Rasanya, terlalu sedikit yang diberikan dan dilaburkan semula untuk Allah, untuk jalan Allah, untuk keredhaan Allah. Kadang-kadang, hingga terlupa, apa tujuan Allah turunkan manusia kebumi ini?

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku (adz-Dzariyat:56)
Ada banyak tugas manusia didunia ini, dan paling penting mengabdikan diri pada Allah. Tak de doalk dalik lagi. Kita ada sebab yang kuta, juga ada alasan yang kuat. Boleh berdebat untuk ini, dan boleh saja jalankan saja tugs kita.
Orang lain adalah cermin diri kita, kata Rasullullah S.A.W. Kita nampak pada yang lain, apa yang ada pada diri kita, itu kata orang sekarang. Sama saja. Kalau yang kita nampak kebaikan, bersyukurlah, kerana kebaikan itu ada dalam diri kita. Kalau yang kita nampak cuma keburukan, perbaikilah diri kita, kerana masih banyak keburukan yang kita bawa. Tak perlu cari salah orang lain, tak perlu perhalusi silap orang lain, tak perlu bimbang dengan cilok orang lain, tak perlu gundah dengan kurangan orang lain. Yang penting, apa yang kita bawa dalam diri kita.
Sampai bila nak ingat kisah lampau, jika yang kita ingat hanyalah keburukan orang lain dan kelemahan diri sendiri? Apa guna kenangkan kehebatan masa lalu kalau ia cuma untuk keegoan dan kebanggaan diri sendiri? Apa sangatlah hebatnya manusia ini?
Masa terus berlalu, tiada yang akal kekal didunia ini. Kita ada pilihan untuk terus beralasan dan tidak berbuat apa-apa. Dan kita juga punya pilihan untuk mencari sebab, untuk membina kehebatan didunia ini. Allah tidak menghalang hambanya membina kehebatan selagi kita tahu dimana kita dan untuk apa kehebatan itu. Allah tidak menghalang kita membina kekayaan dan kejayaan, selagi kita tahu untuk apa semua itu, dan selagi semua itu tidak menyimpang dari landasan yang sebenarnya.
Setiap detik kita dipersimpangan, dan kita perlu pilih jalan kita dan simpang kita seterusnya. Kita tak perlu pilih jalan dan sipang yang sama, walaupun kita fikir kita punya destinasi yang sama. Bumi ini terlalu luas jika kita ingin mengembara. Pilihlah jalan mana pun, simpang mana pun, yang penting, jelaskan dulu mana destinasi yang kita nak cari. Jangan takut tersesat, hanya orang yang berani sesat sahaja akan melihat segala keindahan yang Tuhan sediakan dibumi ini. Tapi, kena sentiasa jelas, sesat jalan bukan sesat destinasi. Jangan takut buat silap, sebab orang yang hidupnya penuh dengan kesilapan, lebih mulia dari orang yang hidupnya tidak berbuat apa-apa.
Hidup ini penh dengan pilihan. Dan sekarang kita punya pilihan, untuk sekadar melihat dan mendengar, atau untuk menjadi sebahagian yang dilihat dan didengari. Pilihlah...

Saturday, December 06, 2008

Biarkan mereka marah dan merajuk......





Siapa lah tak marah, sakit hati, merajuk, kalau masa tengah sakit, tengah susah hati, tengah sedih, tiba-tiba ayat yang keluar dari orang lain, bukan ayat simpati, tapi ayat yang makin "menyakitkan hati". Hmmm... ingatkan nak dapattelinga yang boleh mendengar, bahu untuk bersandar, tangan untuk membelai, tapi lain yang diharap, lain pulak yang dapat.


Bayangkan, kalau tengah sakit, tengah susah, tiba-tiba ayat-ayat macam ni yang keluar :


- Kalau you sakit, orang lain pun sakit jugak.

- Kalau you susah, orang lain pun susah jugak.

- Kalau you kena tinggal, orang lain pun kena tinggal jugak.

- You nak orang dengar you? You dengar ke orang lain cakap?

- You nak orang faham you? You faham ke orang lain?

- You nak orang tanya you? You tanya ke orang lain?

- Benda yang jadi kat you tu, cuba you tengok dari sudut lain,

apa input you pada semua tu, apa yang you dah buat, hingga benda tu jadi macam tu.

- Orang serang you macam tu, cuba you tengok, apa yang you dah buat hingga jadi macam tu.


Dan ada beribu ayat-ayat tak simpati lagi yang akan keluar. Kalau benda tu kena kat batang hidung sendiri, apa nak cakap?


HA HA HA HA !!!!! Ni la ayat-ayat kegemaran aku. Tak kisah siapa yang cakap, tak kisah siapa yang bagi tau, tapi, itu lah antara ayat-ayat tak simpati aku pada mereka semua ni. Dan sebab itu jugak la, ramai yang hilang dari hidup aku. Aku sedih? Ya, sedih untuk mereka, bukan untuk aku. Aku terasa kehilangan? Yea, aku juga manusia, tapi kalau itu yang lebih baik, apa salahnya.


Orang kata aku ego, sombong, berpegang pada prinsip yang tak mendantangkan faedah. Tapi, mereka lupa nak bertanya, kenapa semua ini terjadi :-).


Setiap detik, setiap ketika, kita akan berhadapan dengan situasi yang kita punya cukup alasan, dan alasan yang cukup kuat untuk menjadi mangsa (victim). Aku ditinggalkan, aku ditipu, aku disakiti, aku sakit, aku dah nak mati, aku ini dan aku itu. Tak pe lah kalau nak berkongsi cerita, tapi sampai bila nak jadi mangsa? Manusia boleh jadi mangsa orang lain, mangsa keadaan dan mangsa diri sendiri. Oleh itu, manusia juga boleh salahkan orang lain, salahkan keadaan dan diri sendiri.


Soalnya, sampai bila? Dan apakah aku nak jadi sebahagian yang memungkinkan dan memudahkan mereka terus menjadi mangsa? Hmmm.. itu bukan apa yang aku cari dalam hidup. Aku mencari sesuatu yang lebih besar, bukan soal mangsa, atau soal orang tak bagi telinga dan bahu. Aku tak mahu canag pada dunia aopa yang aku buat. Terlalu kecil nak dibandingkan dengan pejuang-pejuang dan pemimpin-pemimpin tulin dulu dan yang masih ada diluar sana. Aku buat cara aku, menyumbang cara aku, walaupun terlau sedikit dan terlalu kecil.


Bila aku bertanya, aku cuma mahu mereka mula berfikir, ini hidup siapa? Dan hidup ini jika hidup aku, maka hidup aku ini tanggungjawap siapa? Aku cuma mahu mereka bertanggungjawap untuk hidup mereka sendiri. Aku masih punya telinga untuk mendengar, bahu yang masih kuat untuk mereka meletakkan kepala mereka, hati yang masih besar untuk mengisi mereka dan kisah mereka didalamnya, jiwa yang masih ada untuk ketawa, senyum dan menangis bersama mereka. Tapi, perlukah aku menerima segalanya tanpa memberi sedikitpun untuk masa depan mereka?


Yea, cara aku tak sama, sebab cara mereka juga tidak sama. Mereka ingin aku menerima cara mereka, dan mereka tak boleh terima cara aku? Tak mengapa, sebab yang penting bukan mereka terima atau tidak, tapi selepas ini, mampukanh mereka bertanggungjawap untuk hidup mereka sendiri.


Hidup ini terlalu singkat, jalan didepan masioh terlalu panjang, apakah masa singkat ini perlu disia-siakan dengan sekladar menjadi mangsa? Ahhh... jika itu pilihan mereka, ta mengapa, sebab itu hidup mereka. Aku hidup untuk hidup aku, mereka juga hidup untuk hidup mereka. Kita ni kan manusia yang sama tapi tak sama.


Biarkanlah mereka, satu hari nanti, mereka pasti faham. Mungkin diketika itu, aku tiada lagi bersama mereka. Mungkin diketika itu, aku berada disimpang yang lain. Dan aku pasti, hujungnya juga tidak sama, sebab mereka pilih jalan yang lain, pilih simpang yang lain. Jalan aku mungkin berbeza.


Mereka selesa dengan jalan yang perlu bayar toll, sebab lebuhraya itu cantik. Aku pilih jalan biasa, tanpa toll, kurang selesa, banyak lampu isyarat, banyak juga jalan sempit dan lorong kecil. Akhirnya, mereka sampai dihujung, bayar toll dan mereka sampai dulu kedestinasi mereka, yang pastinya lebih indah. Lebuhraya membawa mereka ke mall dan gedung besar yang indah, dan harganya juga mahal. Aku sampai dihujun, tanpa toll, dan gedungnya kecil, tapi murah. Jadi, mana mungkin kita akan bertemu dihujung?


Ramai yang berkata, kita pasti bertemu dihujung. Tapi, aku kuat menyatakan, kita tak mungkin bertemu, selagi simpang yang kita pilih tak sama, selagi jalan yang kita pilih tak sama. Kalau aku ke Barat dan mereka ke Timur, bagai mana mahu berjumpa di Utara? :-).


Untuk sekali ini, dan untuk yang akan datang, jika ada pesan untuk mereka semua, pastinya pesan aku tetap sama, bertanggungjawaplah untuk diri sendiri. Masa depan kita, pastikan ditangan kita. Hidup kita, ikutlah "blue print" sendiri. Pokoknya, sudah siapkah perancangan itu?

Thursday, December 04, 2008

Kalau Dahi Tak Mencecah Sejadah Di dunia...

Kalau Dahi tak Mencecah Sejadah Didunia
Sudah Bersediakah Anda Ketika Dipanggil Pulang Oleh Allah SWT?!!!
Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan!
Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan!
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan!
Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan!
Dengan kain kafan yang serba putih!
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih....
Walaupun orang yang hadir itu merintih.... .
Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai....
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa....
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah
Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus....
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud....
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian....
Justeru ku menyeru sekelian Muslimin dan Muslimat....
Usunglah dirimu ke tikar Solat....
Sebelum kamu diusung ke liang lahad....
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat!
Iringilah dirimu ke masjid.....
Sebelum kamu diiringi ke Pusara!
Tangisilah dosa-dosamu di dunia....
Kerana tangisan tidak berguna lagi di alam baqa'!
Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan!
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan.. ..
Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan!
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan!
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal....
Bukan yang pergi!
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan!
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan!
Ingatlah di mana saja kamu berada....
Kamu tetap memijak bumi Tuhan!
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan!
Serta menikmati rezeki Tuhan!
Justeru bila Dia menyeru,....
Sambutlah seruan-Nya
Sebelum Dia....
memanggilmu buat kali yang terakhirnya!
Ingatlah kamu dahulu hanya....
setitis air yang tidak bererti!
Lalu menjadi segumpal darah!
Lalu menjadi seketul daging!
Lalu daging itu membaluti tulang!
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti....
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu....
Yang kalau jatuh ke tanah
Ayam tak patuk itik tak sudu!
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu....
Yang lebih agung dari malaikat!
Lahirmu bukan untuk dunia....
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'....
Dengan penuh rela dan bersedia!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'.....
Jalan kemenangan akhirat dan dunia!
Ingatlah yang kekal ialah amal....
Menjadi bekal sepanjang jalan!
Menjadi teman di perjalanan.. ..
Guna kembali ke pangkuan Tuhan!
Pada hari itu tiada berguna....
Harta, tahta dan putera....
Isteri, kad kredit dan kereta....
Kondominium, saham dan niaga....
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia!!!"
Saling berpesan-pesan untuk kearah kebaikkan"

Dicatat oleh AMBUYAT EL-BINANGKIT
dicopy & paste dari blog Ambuyat

Tuesday, December 02, 2008

Menanti di Barzakh - Far East - A good one

Menanti Di Barzakh
Album : Halawatul Iman
Munsyid : Far East
http://liriknasyid.com


Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,


Perjalanan Rohku,
Melengkapi Sebuah Kembara,
Singgah Di Rahim Bonda,
Sebelum Menjejak Ke Dunia,
Menanti Di Barzakh,
Sebelum Berangkat Ke Mahsyar,
Diperhitung Amalan,
Penentu Syurga Atau Sebaliknya,


Tanah Yang Basah Berwarna Merah,
Semerah Mawar Dan Jugak Rindu,
7 Langkah Pun Baru Berlalu,
Susai Talkin Penanda Syahdu,
Tenang Dan Damai Di Pusaraku,
Nisan Batu Menjadi Tugu,
Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku,


Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian,
Seakan Ku Dengari,
Tangis Mereka Yang Ku Tinggalkan,
Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan x2
Tetapi Ia Sebenar Kejadian x2


Kembali Oh Kembli,
Kembalilah Kedalam Diri,
Sendirian Sendiri,
Sendiri Bertemankan Sepi,
Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku,
Terbujur Dan Kaku,
Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu,


Ajal Yang Datang Dibuka Pintu ,
Tiada Siapa Yang Memberi Tahu,
Tiada Siapa Pun Dapat Hindari,
Tiada Siapa Yang Terkecuali,
Lemah Jemari Nafas Terhenti,
Tidak Tergambar Sakitnya Mati,
Cukup sekali Jasadku Untuk Mengulangi,


Jantung Berdenyut Kencang,
Menantikan Malaikat Datang,
Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Dipandangan,
Selama Ini Diceritakan x2
Kini Aku Merasakan x2
Dialam Barzakh Jasad Dikebumikan x2


Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,

Friday, November 28, 2008

End & New chapter






























Time never wait for anyone..... and today, it's the end of yet another chapter in.

I will miss the people, not really the company, of coz, but life must go on.

It's awonderful experience with all of this people.












Wednesday, November 26, 2008

bila hari-hari terakhir mula menjengah....

Ini bukan hari akhir dalam bilik akhir. Tapi hari-hari terakhir dalam tempat kerja. Wajah yang dulunya ceria, kini, ada sedikit cerita lain, cerita pilu dan cerita sedih. Bukan sangat sedih sebab hilang kerja, tapi mungkin sedih sebab hilang suasana, hilang kawan dalam tempat yang sama, hilang pandangan, tapi tetap kekal memori.


Yang dah habis kerja, mungkin sibuk dengan computer games, sibuk dengan frama di u-tube, sibuk mencari kerja lain, atau sibuk mencari tempat untuk holiday. Yang masih ada kerja berbaki, mungkin sibuknya lebih dari yang lain, tinggal beberapa hari berbaki, semuanya perlu diberes, perlu selesai, supaya nanti, tiada lagi yang mencari.


Namun, dalam semua ini, ada yang masih tak mengerti. Bukan sahaja tak faham ada yang sibuk ada yang goyang kaki, tapi tak pernah nak tahu, orang lain punya cerita hati masing-masing. Mungkin padanya, dia cuma tahu sibuknya, lupa sibuk orang lain, hanya tahu luka hatinya, tak pernah nak faham hati orang lain, cuma sibuk masa depan sendiri, hingga lupa masa depan orang lain.


Nak dimarah orang seperti ini? Biarlah. Dia mungkin terpelajar, mungkin bijak, mungkin lebih pandai dari yang lain, mungkin itu yang dia fikir, hingga lupa, dia cuma bijak pada dia, bukan pada orang lain. Manusia ini tak ada yang bodoh, tiada juga yang lebih bijak. Tuhan itu adil, menjadikan semuanya bijak dengan ada bodohnya, bodoh dengan ada bijaknya. Sebab itu namanya manusia, tidak sempurna, namun unik.


Apa pun manusia nak fikir tentang dia dan tentang yang lain, itu hak individu. Biarkan lah. Bukan boleh diubah manusia ini. Ada masanya letih memikirkan, namun kalau malas berfikir, kenapa perlu jadi manusia? Ada yang nak berpidato soal hak, hingga lupa ada kalanya, dia berpidato tentang yang bukan haknya. Lalu, apa yang perlu dibincang? Dunia ini luas. Kalau bosan dengan yang ada, carilah yang belum ada. Tentu baik dapat yang baru. Tentu bagus melihat yang sebegitu.


Ada juga yang tergelincir. Lalu untuk membaik luka, dicari cerun yang lebih tajam. Lalu tergelincir lebih jauh. Ada juga yang tergelincir sebab jalan yang licin. Lalu dicari lagi jalan yang lebih licin. Nak ditegur? Sudah banyak kali. Nak dimarah? Itu kan pilihan hati masing-masing. Nak kata tak tahu cerun itu tajam, jalan itu licin? Dia bukan anak kecil. Lalu nak dibuat apa? Biarkan lah. Dia kan dah dewasa, bukan anak kecil Mampu berfikir, mampu melihat, mampu merasa. Tahu apa itu dosa, apa itu pahala. Biarkan dia pilih jalan mana nak diikut. Nanti bila sampai dihujung, dia pasti tahu dia dimana. terus lah menyayangi, dan terus lah mengasihi. Kasih sayang itu, tidak boleh mengubah manusia, tapi boleh mengubah dunia.


Kisah hari ini perlbagai. syukurlah, tuhan masih memberi peluang, untuk meneruskan jalan disini, meuju kesimpang seterusnya. Pastinya nanti akan lebih indah. Kerana simpang itu, likunya makin besar, makin banyak, dan simpangnya, bukan lagi dua, tapi makin berbeda.


Bukit Raja
26 November 2008, 1.30 malam

Friday, November 21, 2008

Kisah hari ini..

Ada kalanya, yang dicari bukan kemewahan, bukan kesenangan, bukan kemasyuran, tapi sedikit memori manis seketika dulu.





Melayari facebook, melihat photo-photo lama ketika sekolah menengah, MRSM Taiping, 1983-1987, cukup untuk melupakan segala kesakitan, segala kepayahan, segala kesulitan. :-). Hampir 20 tahun menjejaki DN, akhirnya berjumpa di facebook (dan sebelum tu sekejap di friendster). Mencari yang lain, rupanya hanya disekitar rumah, Jedi, Sab, Liza, Slea, dan ramai lagi. Tetra? huh! macam biasa la... ha ha ha... Milah ada di Seremban, bersama Fadhil & Amir katanya. Ramai yang tak jauh, dekat sahaja. Sekadar cari dan jumpa, itu sahaja.









Hazlin (Allahyarham) & DN - many years ago..

Berjumpa semula adik yang terpisah sejak 1996, kali terakhir jumpa pada hari perkahwinan, 19 May 1996. Teknologi boleh saja menjadi baik jika baik yang dicari. InsyaAllah, Uzma, kita jumpa hujung minggu ini, bersama kak zie & anak-anak abang. Semoga kami sempat tiba sewaktu Ibah dipelamin, insyaAllah. Jika tidak, mungkin dimalamnya, mungkin keesokannya. Rindu pada makcik & pakcik, dan adik yang lainnya. Mulanya 1985, kemudian 1996, dan sekarang 2008. Uhh.. sedekat sekali berjumpa? hmmm...







Uzma




Pencarian ini tak pernah padam. Yang sekolah rendah, terasa amat sukar dicari, namun tentu jumpa, insyaAllah. Yusaini di Kota Damansara, restoran cantik miliknya. Shaharim masih setia dikampung. Siti & Andong entah kemana. Widad & Faizul telah lama menghilang. Yang lain? Enta. Harap berjumpa, insyaAllah. Ahhh... SKBS, Bagan Serai, tentu ada disekitar ini. 1977 - 1982, lebih suku abad meniggalkan nostalgia paling awal, paling manis itu.


Tatkala fikiran masih melayang merencana LRS yang makin hampir, terlalu jauh rasanya diri terus melayang, fikiran merantau jauh. Masih memikir apa yang perlu difikir. Percaturan hidup masih perlu juga dicari. Perjalanan ini masih jauh.... insyaAllah, namun disepanjang jalan ini, pasti ada manisnya, dengan semua pahit seketika yang perlu ditempuhi. Terus mencari arah seterusnya, tanpa perlu melaung diseluruh dunia, apa yang terbuku dihati sebenarnya. Tak perlu bercerita semuanya, apa yang masih dicari. Tak perlu ditahu semuanya untuk semua, apa yang masih tersekat sehingga ini. Sakit itu pasti berlalu, jika manusia yang sentiasa tersemat dihati, jika memberi lebih penting dari menerima.


Bukan soal banyak mana wang bakal diterima, tapi apa yang boleh disumbangkan pada manusia. hidup ini tak lama, tapi dalam sekejap iutu, apa yang akan kekal lama. Cari lah yang itu, tentu hidup lebih bermakna. Aku terus mencari, terus memberi. Hidup ini bukan pada katanya, tapi pada buatnya, bukan saja pada caranya, tapi pada niatnya, bukan saja pada jadinya, tapi pada cemerlangnya, bukan pada sekalinya, tapi pada istiqamahnya. Hidup ini indah, jika caturnya digerak indah.....


taman intan
21 November 2008, 12.10am

Thursday, November 20, 2008

Fatamorgana

Hijjaz - Fatamorgana


Pulanglah pada Tuhan cahaya kehidupan
Syarat bahagia di dunia
Akhirat kekal selamanya pada Allah


( korus )
Sudah menjadi lumrah kehidupan di dunia
Cabaran dan dugaan mendewasakan usia
Rintangan dilalui tambah pengalaman diri
Sudah sunnah ketetapan Ilahi


Deras arus dunia menghanyutkan yang terleka
Indah fatamorgana melalaikan menipu daya
Dikejar dicintai bak bayangan tak bertepi
Tiada sudahnya dunia yang dicari


Begitu indah dunia siapa pun kan tergoda
Harta, pangkat dan wanita melemahkan jiwa
Tanpa iman dalam hati kita kan dikuasai
Syaitan nafsu dalam diri musuh yang tersembunyi
Pulanglah kepada Tuhan cahaya kehidupan
Keimanan ketakwaan kepadanya senjata utama


Sabar menempuh jalan tetapkan iman di hati
Yakinkan janji Tuhan syurga yang sedia menanti
Imanlah penyelamat dunia penuh pancaroba
Hidup akhirat kita kekal bahagia
Imanlah penyelamat dunia penuh pancaroba
Hidup akhirat kita kekal bahagia


Pulanglah pada Tuhan cahaya kehidupan
Syarat bahagia di dunia
Akhirat kekal selamanya pada Allah
Allah

Harapan...

Nora - Secebis Harapan


Tika keheningan aku bagai dibuai
Dinginnya malam yang panjang
Tika kegelapan sayu unggas berdendang
Mengubat hati yang rawan
Bagaikan dinginnya malam yang suram
Begitulah diriku diibaratkan


Dalam kesamaran ku rempuhi ranjau
Biarpun payah ku teruskan
Siapa memandang tidakkan ku hirau
Biarpun pedih ku tahankan
Jamahlah bintang
Beri daku sinaran
Semoga hati ku cekal


Akan ku teruskan walau harus ditelan
Seribu nista di tangan


Terbanglah hai unggas bebas di awan
Agar kan tercapai sinar gemerlapan


Tuhan ku inginkan secebis harapan
Hanya padamu ku serahkan
Apakah kan ada ketulusan jiwa
Yang menilai ku seadanya


Tuhan ku inginkan secebis harapan
Hanya padamu ku serahkan


Tuhan ku inginkan secebis harapan
Ku pasrah padamu Tuhan
Tuhan......

Tuesday, November 18, 2008

:-)


Mencari jalan pulang


Kadang-kadang, bila sakit lama kembali menyapa, terasa ingin sekali mencari jalan pulang. Jalan itu ada pelbagai, tapi kena pilih yang terbaik. Yang terbaik bukan yang terdekat, bukan juga yang paling cantik. Yang terbaik, mungkin yang paling elok bila tiba didestinasi. Yang dekat, belum tentu bahagia akhirnya. Yang cantik, belum tentu elok dihujungnya. Jadi, carilah jalan yang terbaik.



Jalan pulang ini perlu juga dicari. Takut nanti, bila sakit lama datang menyapa, bila ubat lama dan ubat baru gagal menyembuh, takut nanti jalan paksa yang perlu diikut. Bila jalan paksa yang perlu diikut, takut nanti destinasi yang diharap, tak sama dgn destinasi yang dituju.



Tapi, boleh kah hidup ini atas dasar takut? Boleh kah hidup ini diteruskan atas apa yang tidak mahu, bukan atas apa yang mahu? Bukan mudah untuk teruskan hidup, namun hidup perlu juga diteruskan.


Disepanjang perjalanan ini, ada benda yg perlu ditempuh, ada hati yang perlu disentuh, ada jiwa yang perlu dibelai. Ada harapan yang diberi ada harapan yang perlu dipenuhi. Ada tugas besar yang masih belum selesai. Ada insan yang perlu dibela, dan dijaga, disayangi dan ditunjuk jalan. Selagi tugas ini belum selesai, mohon agar jalan ini bukan yang paling mudah, tapi mohon dipermudahkan, bukan yang paling pendek atau yang paling panjng, tapi mohon disepanjang jalan ini, penuh hikmah penuh khidmat. Semoga dihujung jalan nanti, tatkala mampu menoleh kebelakang, semua senyum, semua bahgia.



Jalan pulang ini tidak mudah, tapi mampu. Tidang senang, tapi boleh. Tidak panjang, tapi disepanjangnya penuh harapan, penuh dugaan, penuh impian, penuh senyuman. Hidup ni kan sekali sahaja diidunia ini, gunakanlah, jangan menyesal dihujung nanti....



Sakit lama kembali menyapa, tapi, jangan sekali sakit itu melentur semangat untuk terus membelai jiwa, menyantun hati. Mereka masih disitu, dengan harapan, dengan senyuaman.



18 November 2008, 11.50 pagi
Taman Intan, Klang

Bila sakit lama kembali menyapa.....

Sakit ni anugerah Allah. Bukan semua orang diberi dugaan dan anugerah ini. Kadang-kadang, bila sentiasa sihat, terlupa untuk melihat tingginya langit atau indahnya bumi. Kadang-kdang bila sentiasa sihat, terlupa sihat itu anugerah Allah dan hidup ini satu amanah.


Bila sakit lama kembali menyapa, terkenang orang lain yang juga sakit. Syukur, sebab sakit ini tidak sehebat sakit orang lain. Sakit ini masih belum diiringi santun sakit kritikal seperti beberapa kawan yang lain. Sakit ini bakal sembuh dengan beberapa pil dan tidur yang cukup, serta emosi yang kembali tenang.


Bila sakit lama kembali menyapa, dan dikala ini, terkenang beberapa teman yang telah tiada. Melihat wajah mereka diambang badan hampir berpisah dengan nyawa. Sayu mata melihat, pilu melihat air mata mereka yang ditinggalkan. Namun, kemudiannya, mereka pergi juga. Tinggal yang masih bernafas, mengenang kisah lama, mengenang saat indah, suka dan duka. Mereka yang pergi, telah aman disana harapnya. Yang tinggal, masih bergelut dengan dunia yang makin kepanasan. Dan rasanya sakit lama ini kembali menyerang dan sakitnya, makin kuat.


Sayangnya, diketika ini, tempat untuk meluah kisah sakit ini, mungkin telah tiada, mungkin tiada sekejap, mungkin juga selamanya. Mungkin ini sebabnya, sakit ini datang semula dan sakit ini makin kuat menyerang dan makin kuat kesannya. Ada ketikanya, mungkin sakit ini, serangnya makin merata dan makin melata.


Lihat sekeliling, lihat mata-mata yang ada, mereka yang disisi, hati yang masih terbuka, jiwa yang mengharap. Lihatlah semuanya. Yang dah pergi, tak mungkin kembali. Yang menyepi, pilihan sendiri yang tak mungkin mampu diubah dan tak mampu diubati. Bangunlah, dihadapan sana, ada jiwa, ada hati, ada nyawa yang perlu dibelai. Yang perlu diubati. Yang perlu disayangi. Yang pergi, teruslah sayangi mereka. Yang menyepi, teruslah mengasihi mereka. Yang dihadapan, mereka akan terus berharap, penuhilah jiwa mereka.


Sakit lama bila menjelma, biarkanlah. Sakit dan ubat itu, datangnya dari yang sama, dari Yang Maha Esa. Sujudlah padaNya, kerana sakit itu, pastinya pergi satu hari nanti. Mungkin pergi sewaktu dada berombak, nafas turun naik, mungkin juga pergi, dengan hembusan nafas yang terakhir. Namun, sakit itu pasti akan pergi. Hidup ini perlu diteruskan. Ubat itu, pasti datang. Jiwa, hati, rasa dan perasaan, bukankah itu pilihan sendiri?

Dari Allah insan datang, kepada Allah, insan pasti kembali........


18 November 2008
Bukit Raja, KLang.

Monday, November 17, 2008

Malcolm X

Malcolm X
original name Malcolm Little ,
Muslim name el-Hajj Malik el-Shabazz
born May 19, 1925, Omaha, Nebraska, U.S.
died February 21, 1965, New York, New York

African American leader and prominent figure in the Nation of Islam, who articulated concepts of race pride and black nationalism in the early 1960s. After his assassination, the widespread distribution of his life story—The Autobiography of Malcolm X (1965)—made him an ideological hero, especially among black youth.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Some of his popular quotes....


"We declare our right on this earth...to be a human being, to be respected as a human being, to be given the rights of a human being in this society, on this earth, in this day, which we intend to bring into existence by any means necessary."


"Our objective is complete freedom, justice and equality by any means necessary."


"The day that the black man takes an uncompromising step and realizes that he's within his rights, when his own freedom is being jeopardized, to use any means necessary to bring about his freedom or put a halt to that injustice, I don't think he'll be by himself."


-------------------------------------------------------------------------------------------------

"Look at yourselves. Some of you teenagers, students. How do you think I feel and I belong to a generation ahead of you - how do you think I feel to have to tell you, 'We, my generation, sat around like a knot on a wall while the whole world was fighting for its hum an rights - and you've got to be born into a society where you still have that same fight.' What did we do, who preceded you ? I'll tell you what we did. Nothing. And don't you make the same mistake we made...."


"If you've studied the captives being caught by the American soldiers in South Vietnam, you'll find that these guerrillas are young people. Some of them are just children and some haven't reached their teens. Most are teenagers. It is the teenagers abroad, all over the world, who are actually involving themselves in the struggle to eliminate oppression and exploitation. In the Congo, the refugees point out that many of the Congolese revolutionaries, they shoot all the way down to seven years old - that's been reported in the press. Because the revolutionaries are children, young people. In these countries, the young people are the ones who most quickly identify with the struggle and the necessity to eliminate the evil conditions that exist. And here in this country, it has been my own observation that when you get into a conversation on racism and discrimination and segregation, you will find young people more incensed over it - they feel more filled with an urge to eliminate it."

-------------------------------------------------------------------------------------------------

"If violence is wrong in America, violence is wrong abroad. If it is wrong to be violent defending black women and black children and black babies and black men, then it is wrong for America to draft us, and make us violent abroad in defense of her. And if it is right for America to draft us, and teach us how to be violent in defense of her, then it is right for you and me to do whatever is necessary to defend our own people right here in this country."


"When a person places the proper value on freedom, there is nothing under the sun that he will not do to acquire that freedom. Whenever you hear a man saying he wants freedom, but in the next breath he is going to tell you what he won't do to get it, or what he doesn't believe in doing in order to get it, he doesn't believe in freedom. A man who believes in freedom will do anything under the sun to acquire...or preserve his freedom."

I have a Dream (part of Martin Luther King Jr Speech)


part of Dr Martin Luther King Jr speech on 28th August 1963, at Washington DC.
some of it became reality, some still dreams...
and, how about us in Malaysia?
and how about us as a person?
and how about me as a human being?
it's definately a very long way to go, but it also a very possible thing to achieve
as long as I still HAVE A DREAM....
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Let us not wallow in the valley of despair, I say to you today, my friends.
And so even though we face the difficulties of today and tomorrow, I still have a dream. It is a dream deeply rooted in the American dream.
I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: "We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal."
I have a dream that one day on the red hills of Georgia, the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.
I have a dream that one day even the state of Mississippi, a state sweltering with the heat of injustice, sweltering with the heat of oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.
I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.
I have a dream today!
I have a dream that one day, down in Alabama, with its vicious racists, with its governor having his lips dripping with the words of "interposition" and "nullification" -- one day right there in Alabama little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls as sisters and brothers.
I have a dream today!
I have a dream that one day every valley shall be exalted, and every hill and mountain shall be made low, the rough places will be made plain, and the crooked places will be made straight; "and the glory of the Lord shall be revealed and all flesh shall see it together."²
This is our hope, and this is the faith that I go back to the South with.
With this faith, we will be able to hew out of the mountain of despair a stone of hope. With this faith, we will be able to transform the jangling discords of our nation into a beautiful symphony of brotherhood. With this faith, we will be able to work together, to pray together, to struggle together, to go to jail together, to stand up for freedom together, knowing that we will be free one day.
And this will be the day -- this will be the day when all of God's children will be able to sing with new meaning:
My country 'tis of thee, sweet land of liberty, of thee I sing.
Land where my fathers died, land of the Pilgrim's pride,
From every mountainside, let freedom ring!
And if America is to be a great nation, this must become true.
And so let freedom ring from the prodigious hilltops of New Hampshire.
Let freedom ring from the mighty mountains of New York.
Let freedom ring from the heightening Alleghenies of Pennsylvania.
Let freedom ring from the snow-capped Rockies of Colorado.
Let freedom ring from the curvaceous slopes of California.
But not only that:
Let freedom ring from Stone Mountain of Georgia.
Let freedom ring from Lookout Mountain of Tennessee.
Let freedom ring from every hill and molehill of Mississippi.
From every mountainside, let freedom ring.
And when this happens, when we allow freedom ring, when we let it ring from every village and every hamlet, from every state and every city, we will be able to speed up that day when all of God's children, black men and white men, Jews and Gentiles, Protestants and Catholics, will be able to join hands and sing in the words of the old Negro spiritual:
Free at last! Free at last!
Thank God Almighty, we are free at last!³

Friday, November 14, 2008

there, 1 year ago....(1)








Jose Mari Chan : Beautiful Girl

Beautiful girl,
wherever you are
I knew when I saw you,
you had opened the door
I knew that I'd love again after a long,
long while
I'd love again.


You said "hello" and I turned to go
But something in your eyes
left my heart beating so
I just knew that I'd love again
after a long, long while
I'd love again.


Refrain

It was destiny's game
For when love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.

Whenever you are,
I fear that I might
Have lost you forever
like a song in the night
Now that I've loved again after a long,
long while
I've loved again.

*Repeat Refrain

Beautiful girl,
I'll search on for you
'Til all of your loveliness in my arms come true
You've made me love again after a long,
long while
In love again
And I'm glad that it's you
Hmm, beautiful girl.






Mencari Hati

Al-Imam Al-Ghazali, beliau berkata:
"Carilah hatimu di tiga tempat.
Pertama ketika membaca al-Quran,
Kedua ketika sembahyang, dan
Ketiga ketika engkau mengingati mati.
Jika pada tiga tempat itu kamu tidak menemukan hatimu maka mohonlah kepada Allah agar Ia memberimu hati kerana sesungguhnya kamu ketika itu tidak memiliki hati."

Wednesday, November 12, 2008

Another good one

NowSeeHeart
Damai Yang Hilang
Tercalar pelangi dihiris gerimis
Senja pun merangkak menutup mentari
Terbias warnanya ke wajah
Lagu kedamaian tiada kedengaran
Bumi yang merekah disirami darah
Kemelut melanda tiada kesudahan
Kemusnahan bermaharajalela
Yang lemah menjadi mangsa
Anak-anak kecil mengongcangkan ibunya
Yang lemah longlai tak lagi bernyawa
Jeritan suara batinnya
Tak siapa mendengarnya
Tergaadaikan maruah oleh janji-janji
Terbayarkah dengan nyawa dan darah
Soalan yang tiada jawapan
Kemanusiaan telah lama hilang
Kini yang tinggal hanya ketakutan
Musnah kasih sayang dan persaudaraan
Tandus akhlak dan keimanan
Menyemai persengketaan

Lirik lagu ni bagus nih...

Far East
Kembali
Wahai Tuhan yang Maha Pemurah
Terangilah ku dengan nurimanmu
Hanya kau tempat ku berserah
Mohon magfirah di dalam syahdu
Wahai Tuhan yang Maha Pengasih
Ampunilah segala dosaku
Laksana bumi di laut memutih
Hanyut ditelan gelombang nafsu
Hari hari yang telah aku lalui
Ingin ku tinggalkan terus bersemadi
Ingin aku kembali kepada fitrah insani
Tak sanggupku jelajahi rimba duniawi
Bebaskan lah diriku dari di belenggu
Dosa noda nafsu durjana
Terimalah taubatku ya Allah
Bimbinglah daku ke jalan redhamu
Moga sinarmu terangi hidupku
Didalam kegelapan
Aku kan kembali padamu Rabbi
Mengadapmu Ya Rabbulizzati
Segala ketentuan ku pasrahkan
Di hujung penghayatan
Wahai Tuhan yang maha pemurah
Manusia ni unik, manusia ni macam-macam. Sebab tu kena terima mereka seadanya. Kalau tak, mungkin hidup ni terlalu sibuk memikirkan hal orang lain, hingga lupa masa depan sendiri.

Ada manusia nak kan support dari orang lain. Dia mungkin terasa hati sebab tak dapat support yang dia minta. Akhirnya, dia mungkin buat sesuatu yang dia tak sepatutnya buat. Tak mengapalah. Terimalah dia seadanya. Itu diri di, dia lebih tahu diri dia.

Yang paling penting, diri kita. Ada kalanya, kita minta sokongan dari orang lain, tapi dia tak mampu nak beri pada masa tu. Apa kita nak buat? Merajuk? Singkirkan dia dari hidup kita? Atau apa? Kadang-kadang, bila perkara ni berlaku, kita kena tengaok mengapa perkara ni berlaku. Kenapa Allah izinkan perkara ni berlaku.

Ada masanya, kita dapat sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang kita harapkan, cuma mungkin kita tak nampak. Ada juga masanya, kita telah perolehi apa yang kita minta, cuma kita terlepas pandang. Ada masanya juga, kita terlupa orang yang sepatutnya bantu kita itu, telah beri lebih dari apa yang sepatutnya. Hanya kerana sekali ini dia "gagal", kita buang terus dia dari hidup kita. Adilkah kita padanya? Adilkah kita pada diri sendiri? Adilkah kita pada Tuhan? Kenapa begitu mudah kita lupa segala pemberianya pada kita selama ini, hanya kerana ke"gagal"an yang sekali ini?

Ada banyak yang berlaku, yang terjadi, sebenarnya tak perlu kita sesalkan. Tak perlu salahkan orang lain. Dan tak perlu salahkan diri sendiri. Ini adalah proses pembelajaran. Manusia hadir dalam hidup kita, kerana tugas masing-masing. Bila tugas mereka selesai, pastinya mereka akan pergi dari hidup kita. Fizikal mereka hilang, namun jangan hilangkan memori kita bersama mereka. Ada sesuatu yang besar kita boleh belajar dari semua orang.

Pada semua teman dan rakan, terima kasih kerana hadir dalam hidup aku. Ada sesuatu yang sangat besar yang telah kalin sumbangkan dalam hidup aku. Tak mungkin aku lupa semua itu. Tak de siapa pun antara kalin yang hadir tanpa sebab, yang hadir sia-sia. Kalian manusia hebat.

Tuesday, November 11, 2008

Perjalanan ............

Life is a journey... Hidup ini adalah satu perjalanan, bukan destinasi. Ini yang selalu diucapkan. Bila hidup ni satu perjalanan, tentu banyak jalan dan simpang yang akan ditempuhi. Jadi, tempuh lah semua tu.





Erti hidup ini pada memberi, kata seorang blogger. Dan hidup ini, kata seorang lagi, adalah perlaksanaan kata-kata. Dan ada banyak lagi ungkapan lain yang indah bunyinya, tapi tidak begitu mudah untuk dilaksanakan.





Ada persamaan antara guru, jurulatih, seniman, mereka yang memegang mikrofon dan berdiri didepan kelas, dan mereka yang seumpamanya, yang memberi tanpa memerlukan bayaran RM 8,000 sejam (seperti yang sedang disiasat oleh MOSTI). Mereka berada didepan untuk memberi, tanpa sikitmengharap balsan dari mereka yang menerima. Mereka lakukan bukan sekadar suka-suka, tapi ada sesuatu yang membisikkan kepada mereka untuk terus memberi.





Mereka bukan berdiri didepan untuk mengubah atau menukar sesiapa. Mereka berdiri didepan untuk memberi. Terpulang kepada yang dudk menghadap mereka untuk menerima ataupun tidak. Setelah memerima, terpulang kepada mereka, kemana selepas ini.





Kalau kita berada didepan untuk memberi, ikhlas kan hati dan bersihkan jiwa. Berilah dengan nama Tuhan, dan berilah dengan penuh tanggungjawap. Jangan mengharap balasan dari yang menerima. Akan timbul nanti pelbagai kisah suka duka, manis dan pahit, atas semua pemberian ini. Ada ketikanya, kita dikelilingi ribuan penerima yang terharu atas pemberian ini. Akan ada masanya, kita umpama seniman agung, dikenali dan dihargai.





Akan tiba juga masanya nanti, kita kembali keseorangan. Kita dipersalahkan atas segala macam kesilapan kecil dan besar yang kita lakukan. Kita kembali berjalan keseorangan, ditinggal tanpa pesan, dibuang begitu sahaja. Terimalah manusia seadanya, sayangi mereka sebagai mereka. Bukan niat mereka untuk memperlakukan sebegitu. Mungkin ada sesuatu yang mereka fikirkan hingga ada yang mereka terlepas untuk memikirkan. Hidup ini masih panjang, diluar sana masih ada ramai yang memerlukan pemberian ini. Teruslah memberi, teruskan perjalanan ini.





Kalau hidup ini pada memberi, erti hidup pada perlaksanaan kata-kata, teruskanlah perjalanan tanpa penghujung ini. Bila tugas pada seorang insan itu telah selesai, pastinya dia akan pergi. Mungkin kita merasa terlalu sayu, terlalu sedih, terlalu pilu, tapi terimalah kenyataan perjalanan ini. Kita bukan lagi keutamaan hidupnya. Dia juga ada perjalanan sendiri. Bila dia telah tiba disimpang, dia membuat pilihan. Dan pilihan simpang itu, mungkin tidak sama dengan arah perjalanan kita.





Mungkin ada titik temu disatu masa nanti, dan bertemulah diketika itu. Jika pada ketika itu, ada tugas baru perlu dilaksanakan, jalankanlah dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Jangan dibawa kisah dulu dalam hidup hari ini.





Bila memberi, yang penting adalam mereka yang menerima. Berilah untuk kebaiakn mereka yang menerima. Jangan dibawa kisah kita sebagai pemberi, untuk turut menerima seperti penerima. Biarkanlah masa itu, digunakan untuk mpenerima, bukan untuk kita. Yakinlah, insyaAllah, tuhan itu Maha Pengasih. untuk apa diungkit kisah orang kalau kita ikhlas untuk memberi? Ikhlas itu mudah diucap, tapi sukar dilaksanakan. Kalau pemberian itu dengan penuh kasih sayang, penuh keikhlasan, tentu tidak diungkit apa yang diberi, dan apa yang tidak diperolehi.





Perjalanan ini masih jauh. Tapi masa semakin singkat. Semoga Allah memberi aku kekuatan, untuk terus berjalan dan terus memberi.













gambar dengan adik-adik junior MRSM Taiping masa MRSM-T 25th Anniversary Diner @ Bukit Merah Lake Town, July 2008.

lagu ni sekadar hiburan untuk diri sendiri.... (hmmm.... heh he...TQ LP92)
Kau Ilham Ku (Man Bai)
Beribu bintang dilangit
Kini menghilang
Meraba aku dalam kelam
Rembulan mengambang
Kini makin suram
Pudar ilhamku tanpa arah
Sedetik wajahmu muncul
Dalam diam
Ada kerdipan ada sinar
Itukah bintang atau rembulan
Terima kasih kuucapkan
Izinkan kumencuri bayangan wajahmu
Izinkan ku mencuri khayalan denganmu
Maafkanlah oh...
Andai lagu ini
Mengganggu ruangan hidupmu
Kau senyumlah oh...
Sekadar memori
Kita di arena ini
Kau ilhamku
Kau ilhamku...