.... berjalan dipantai, melihat putih pasir umpama hamparan permaidani bersih suci, bayu lembut menyapa muka, membelai rambut, menerbangkan daun daun, deruan ombak bagai muzik lembut shahdu, burung menyanyi kesukaan.... terus berjalan menyusuri pantai, tersenyum melihat pengunjungnya, daun daun ranting pokok melambai lambai....
.... jauh di satu hujung di pantai itu, terlihat satu bahtera besar, indah, tersergam, berlabuh teguh, gagah menanti penumpangnya.... deretan manusia sedang menanti giliran menaiki bahtera ini... ada yang tersenyum, ada yang ketawa, ada yang gembira, ada yang gundah sedih, ada yang menangis, ada yang pelbagai reaksinya.. kemana mereka ini? gerangan apakah mereka menaiki bahtera ini? kenapa pula bahtera ini berlabuh dipantai ini? apa sudah ada dermaga bagan baru di pantai ini? kenapa pula manusia lainnya, pengunjung pantai ini seolah tidak menyedari kunjungan bahtera besar ini?... hmmmmmmm.... pelbagai peroslan mula timbul dihati.... mendekati bahtera ini, mencario jawapan mencari kepastian... apa ya?
ingin tahu kisah selanjutnya? sambungan kisah penuh, setiap sabtu pertama setiap bulan (kecuali Ramadhan dan Syawal)... atau mungkin juga di minggu keempat, bila bahtera ini berlabuh lagi....
setiap ketika, hidup kita di sapa bayu laut, membelai rambut, mengucup pipi, terkadang, nakalnya pada betis dan kaki... namun, bukan semua kita nampak semua ini. bahtera itu ada disetiap pantai dan laut, ada dideapn mata setiap ketika, setiap waktu, dan seorang dari penumpangnya adalah kita dan orang sekeliling kita, cuma gilirannya yang kita perlu tunggu, dan ramai yang menunggu itu, tunggu dengan bekal dan ada yang tunggu itu tunggu tanpa bekal, seolahnya dalam bahtera itu, penuh makan dan minumnya yang hanya untuk kita.
ramai kita menanti tapi tidak seperti menanti dan ada yang menanti hingga lupa lihat apa lagi yang ada disekeliling. nak ubah manusia? mungkin boleh, tapi itu bukan kerja kita. kita hanya perlu beri tahu manusia apa bekalan untuk dibawa, tapi bukan tugas kita membekalkan manusia dengan bekalan mereka, hanya mereka yang tahu bekalan mereka.
di pantai ini, bukan sekadar berjalan menikmati bayu laut dan pasir bersih, bukan juga untuk mendengar suara ombak dan suara burung, ada lebih besar lagi tugas kita ketika menyusuri pantai ini, sebelum sampai hujungnya. Hujung itu ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang lama ada yang sekejap, sebab itulah bekalnya ada yang banyak ada yang sikit dan ada yang tak perlu bekal. terpulanglah pada pengembara itu dan pejalan itu..
ini bkan sekadar kisah pengembara di pantai dan kisah laut, kisah bahtera yang menunggu. ini kisah perjalan yang lebih panjang, yang lebih complicated, yang lebih mencabar, lebih duri lebih ranjau, namun juga ada lebih manis lebih tenang lebih selesa, bergantung pada pantai mana yang dipilih, laut mana yang dilihat, besar mana ombaknya dan sipang mana yang dipilih tadi untuk sampai kepantai ini...
kisah ini panjang...... sangat panjang..... bersedia untuk kisah awal dan kisah akhir nya?
